Struktur dan Fungsi Sel

Pada musim kemarau banyak pohon meranggas dan daunnya berguguran. Daun-daun itu dulu berwarna hijau kemudian menguning dan akhirnya gugur. Daun-daun yang gugur ini menunjukkan bahwa sel-selnya sudah mati. Apakah sel itu? Bagaimana sel-sel itu menyusun suatu organisme?
Ayo kita memahami struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan. Anda juga akan dapat memahami mekanisme transpor pada membran sel.

Secara struktural, sel merupakan penyusun makhluk hidup. Ada makhluk hidup bersel satu, ada pula yang bersel banyak. Sel merupakan unit terkecil dari makhluk hidup. Sel tidak dapat dibagibagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil dan dapat berdiri sendiri. Sel juga merupakan kesatuan fungsional kehidupan. Ini berarti sel dapat melakukan proses kehidupan seperti perombakan, sintesis, respirasi, dan lain-lain.

A. Sejarah Penemuan Sel
Sebelum mempelajari struktur dan fungsi sel, terlebih dahulu kita akan mempelajari sejarah penemuan sel dan cara mengamati sel.
1. Sejarah Penemuan Sel
a. Sel Merupakan Kesatuan atau Unit Struktural Makhluk Hidup
b. Sel Sebagai Unit Fungsional Makhluk Hidup
c. Sel Sebagai Unit Pertumbuhan Makhluk Hidup
d. Sel Sebagai Unit Hereditas Makhluk Hidup
2. Cara Mengamati Sel

B. Struktur dan Fungsi Bagian-Bagian Sel




Inkuiri Ilmiah merupakan suatu proses yang ditempuh untuk memecahkan masalah

Pada tahun 1922 Fleming secara tidak sengaja menemukan sebuah antibiotik yang membunuh bakteri, tetapi tidak membunuh sel darah putih. Penemuannya itu diawali ketika dia sedang menderita flu. Ketika menderita flu, Fleming membuat biakan dari ingusnya di atas cawan petri. Saat mengamati cawan petri yang dipenuhi bakteri kuning, air matanya jatuh di atas cawan petri tersebut. Hari berikutnya dia memeriksa biakannya. Ia menemukan tempat yang bersih di tempat jatuhnya air mata. Pengamatannya yang cermat dan keingintahuannya yang tinggi menuntun Fleming pada kesimpulan yang benar: air mata mengandung zat yang menyebabkan perusakan secara cepat (lisis) pada bakteri, tetapi tidak berbahaya terhadap jaringan tubuh. Enzim yang ada pada air mata ia namakan lisosim (lysozyme). Walaupun diketahui bahwa lisosim tidak begitu penting-karena membunuh bakteri yang tidak berbahaya-tetapi penemuan ini menjadi pendahuluan untuk menemukan penisilin pada tahun 1928. (Dikutip dari Serendipity: Penemuan- Penemuan di Bidang Sains yang Tidak Disengaja, Pakar Raya, Bandung)

Sudahkah Anda melakukan kegiatan inkuiri ilmiah dalam mempelajari Biologi? Inkuiri ilmiah merupakan suatu proses yang ditempuh untuk memecahkan masalah, merencanakan eksperimen, melaksanakan eksperimen, mengumpulkan data dan menganalisis data, serta menarik kesimpulan. Jadi, inkuiri ilmiah melibatkan Anda secara mental maupun fisik untuk memecahkan suatu permasalahan yang diberikan. Dengan demikian, Anda akan terbiasa bersikap seperti para ilmuwan sains, yaitu teliti, tekun, objektif, kreatif, dan menghormati pendapat orang lain.

Dalam buku Biologi disajikan berbagai media bagi Anda untuk melakukan inkuiri ilmiah. Media inkuiri yang tersaji dalam buku ini meliputi Eksperimen, Eksperimen Plus, Forum Diskusi, Tugas Mandiri, dan Tugas Kelompok.

Coba perhatikan kata kunci berikut:
menemukan, pengamatannya yang cermat, penemuannya, keingintahuannya, membuat biakan, kesimpulan, mengamati, penemuan, memeriksa.
Kata-kata tersebut merupakan ciri-ciri kegiatan inkuiri ilmiah.


Latihan Soal Pendidikan Agama Islam SMA

Pilihlah jawaban yang paling tepat

1. Bacaan idgam bigunnah termasuk salah satu hukum bacaan tajwid. Bacaan idgam bigunnah terjadi jika ada . . . .
a. mim sukun bertemu dengan huruf ya, nun, mim, dan wau
b. tanwin bertemu dengan huruf ya, nun, mim, dan wau
c. nun mati bertemu dengan huruf hamzah, ha, kha, dan gain
d. tanwin bertemu dengan huruf lam dan ra
e. huruf alif didahului harakat fath.ah dan huruf wau didahului harakat dammah

2. Islam mengajarkan umatnya bersikap terhadap perbedaan keyakinan. Sikap yang harus ditunjukkan terhadap perbedaan agama dan keyakinan adalah . . . .
a. memaksa orang lain mengikuti agama kita
b. mengejek dan menjelek-jelekkan keyakinan orang lain
c. mengganggu orang lain dalam menjalankan ajaran agamanya
d. menghormati dan menghargai perbedaan yang ada
e. turut beribadah menurut agama dan kepercayaan orang lain

3.
Terjemah yang tepat untuk Surah al-Kafirun [109] di atas adalah . . . .
a. aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah
b. untukmu agamamu, dan untukku agamaku
c. dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah
d. dan aku bukan penyembah apa yang kamu sembah
e. aku dan kamu tidak menyembah Tuhan yang sama

4. Penerapan toleransi dalam masyarakat yang beragam, baik agama, kebudayaan, dan bahasa akan menimbulkan . . . .
a. ketenteraman dan kerukunan
b. perselisihan antaranggota masyarakat
c. percekcokan yang terjadi setiap saat
d. kekacauan dan ketidaktenteraman dalam kehidupan
e. keteraturan dan sikap ingin menang sendiri

5. Umat Nabi Muhammad saw. dalam menerima Al-Qur’an menurut Surah Yunus [10] ayat 40–41 terbagi menjadi . . . golongan.
a. dua                        d. tujuh
b. empat                    e. sembilan
c. lima

6. Sikap yang ditunjukkan terhadap orang-orang yang memilih dalam kekafiran atau tidak beriman pada Al-Qur’an adalah . . . .
a. menganiayanya
b. tidak mau tahu
c. mengucilkan mereka dari pergaulan
d. memusuhi dan menyimpan dendam
e. menghormati dan menghargai pilihannya

7. Surah al-Kahf [18] ayat 29 menjelaskan bahwa Allah Swt. memberi kebebasan kepada manusia untuk . . . .
a. menengok tetangga yang sakit atau tidak
b. mengikuti ajaran rasul ataupun tidak
c. beriman atau kafir
d. melaksanakan atau tidak melaksanakan salat
e. berbakti kepada orang tua

8. Kebenaran sebagaimana dijelaskan dalam Surah al-Kahf [18] ayat 29
berasal dari . . . .
a. rasul Allah Swt.                                d. manusia biasa
b. malaikat-malaikat Allah                    e. Allah Swt.
c. orang alim

9. Orang-orang kafir sama dengan orang zalim, yaitu orang-orang yang . . . .
a. menganiaya diri sendiri dengan memilih kafir
b. memilih beriman
c. melaksanakan perintah Allah
d. menjauhi larangan Allah Swt. dan rasul-Nya
e. melaksanakan perintah rasul

10. Allah Swt. memberi kebebasan manusia untuk memilih beriman atau kafir. Jika manusia memilih kafir, yang akan bertanggung jawab adalah . . . .
a. orang tua                          d. diri mereka sendiri
b. sahabat karib                    e. teman akrab
c. anak-anak mereka

11. Manusia yang memilih kafir akan mendapat balasan dari Allah Swt. berupa . . . .
a. surga
b. neraka
c. syafaat
d. kemudahan masuk surga
e. keringanan timbangan amal baik

12. Islam melarang umatnya bertoleransi dalam bidang . . . .
a. kemanusiaan                          d. akidah keyakinan hati
b. tolong-menolong                    e. membantu orang sakit
c. pembangunan jalan

13. Surah al-Kafirun [109] terdiri atas enam ayat. Ayat keenam Surah al-Kafirun [109] menjelaskan tentang . . . .
a. toleransi dalam bidang muamalah
b. larangan bertoleransi dengan pemeluk agama lain
c. larangan bertoleransi dalam bidang akidah dan ibadah
d. toleransi dalam bidang akidah
e. toleransi dalam segala bidang

14. Berikut ini yang merupakan kandungan Surah Yunus [10] ayat 40 adalah
. . . .
a. tiap-tiap manusia akan bertanggung jawab terhadap perbuatannya
b. orang tua akan mempertanggungjawabkan perbuatan anaknya di
hadapan Allah Swt.
c. kebebasan untuk beriman atau kafir
d. dua golongan umat Nabi Muhammad dalam menerima Al-Qur’an
e. perintah beribadah kepada Allah Swt. dengan ikhlas

15. Dani melakukan perbuatan dosa. Ia melanggar larangan Allah Swt. dengan sengaja. Orang yang akan bertanggung jawab terhadap perbuatan Dani di akhirat kelak adalah . . . .
a. orang tua Dani
b. sepupu Dani
c. umat Islam seluruh dunia
d. orang-orang terdekat Dani
e. Dani sendiri

Kerjakan soal di bawah ini dengan benar!
1. Tulis Surah al-Kafirun [109] ayat 2 kemudian terjemahkan!
2. Bolehkah bertoleransi dalam bidang akidah? Jelaskan!
3. Jelaskan kandungan pokok Surah al-Kafirun [109]!
4. Apakah Islam mengakui tentang perbedaan keyakinan dan agama? Jelaskan!
5. Tulis terjemah Surah Yunus [10] ayat 40!
6. Jelaskan kandungan Surah Yunus [10] ayat 40!
7. Sebutkan bacaan tajwid yang terdapat dalam ayat 40 Surah Yunus [10] berikut ini!
8. Apakah seseorang akan bertanggung jawab terhadap perbuatan orang lain?
9. Jelaskan akibat yang diterima orang-orang yang memilih kafir!
10. Apakah penduduk neraka dapat lari dari dalam neraka? Jelaskan!



Jaringan otot

Bersama-sama jaringan tulang, jaringan ini berfungsi sebagai alat gerak. Tulang sebagai alat gerak pasif dan otot sebagi alat gerak aktif. Jaringan otot bersifat khusus, yaitu dapat berkontraksi (berkerut) dan berelaksasai (mengendur) karena adanya miofibril (serabut otot). Setiap miofibril mengandung beberapa sarkomer dengan protein aktomiosin (gabungan antara filamen halus aktin dan filmen kasar miosin). Ketika kontraksi, sarkomer menjadi pendek, dan kembali ke posisi semula ketika relaksasi. Untuk itu, sel otot mempunyai struktur yang khusus di dalam sitoplasma yang dikenal dengan serabut kontraktil. Jaringan otot mempunyai plasma yang disebut sarkoplasma (=membran plasma sel otot) dan selaput otot yang disebut sarkolema.

Ada tiga jenis otot yang menyusun tubuh hewan, yaitu otot polos, otot lurik dan otot jantung. Otot polos merupakan otot Otot polos menyebabkan kebanyakan organ dalam tubuh mampu berkontraksi secara lambat di bawah pengendalian sistem saraf otonom. Meskipun lambat, otot ini mampu bekerja dalam waktu yang lama. Mereka bekerja tidak dibawah kendali kesadaran kita. Misalnya, kontraksi otot polos menggerakkan makanan melalui saluran pencernaan. Otot polos mangendalikan aliran darah di dalam pembuluh darah, dan juga mengosongkan urin dari kantung kemih (urin). Sel-sel otot polos adalah yang paling sederhana. Mereka berbentuk gelendong panjang, dan setiap sel memiliki satu inti di tengah. Disebut otot polos karena penampakannya yang ”polos” di bawah mikroskop, tidak seperti otot jantung dan otot lurik (kerangka).

Otot jantung dan otot lurik menampakkan adanya pita-pita gelap bersalang- seling dengan pita terang (lurik) ketika diamati di bawah mikroskop. Ini dapat terjadi karena filamen filamen aktin dan miosin tersusun secara beraturan sehingga terlihat lurik. Sedangkan pada otot polos, susunan kedua filamen itu tidak beraturan.

Otot jantung tersusun dari sel-sel otot membentuk seperti anyaman bercabang-cabang. Sel otot jantung memiliki inti di tengah, mampu bereaksi cepat terhadap rangsang dan tidak berada di bawah kendali kesadaran kita. Otot jantung hanya ditemukan di organ jantung. Memiliki serabut otot ang lebih tebal dari otot polos. Keistemewaan otot ini adalah mampu berkontraksi secara ritmis dan terus-menerus dalam waktu yang lama tanpa mengenal lelah.

Otot kerangka (otot lurik) adalah otot-otot yang melekat pada kerangka tubuh. Sel-sel yang menyusun otot ini berbentuk silinder panjang, memiliki lebih dari satu intu dan terletak di tepi sel. Otot ini bereaksi cepat terhadap rangsang, namun tidak dapat berkontraksi dalam waktu yang lama.

Jaringan pada hewan
Jaringan epitel
Jaringan ikat
Jaringan otot
Jaringan saraf

Sejarah sebagai Peristiwa

RUANG LINGKUP SEJARAH

1. Sejarah sebagai Peristiwa

Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau tentunya ada yang penting untuk dibahas, ada pula yang tidak. Sebuah peristiwa disebut penting bila kemudian peristiwa itu cukup berpengaruh terhadap masa selanjutnya. Bisa saja peristiwa penting tersebut pada waktu kejadiannya tidaklah begitu penting, namun setelah peristiwa tersebut berlalu barulah dirasakan pengaruhnya terhadap kehidupan di masa berikutnya.

Berkenaan dengan konsep sejarah sebagai peristiwa maka kita kita akan membicarakan tentang kejadian, kenyataan, aktualitas yang telah terjadi atau berlangsung pada masa yang lampau. Lalu kita bertanya ”Apakah yang kita namakan peristiwa atau kejadian?”. Tentunya secara mudah kita menjawab bahwa kejadian adalah hal sudah terjadi. Bersambung dengan pertanyaan “Apakah yang terjadi?“. Pertanyaan ini membuat kita berpikir bahwa banyak sekali jawaban yang bisa kita berikan berkaitan dengan kehidupan manusia yang terjadi pada masa lampau. Apa saja yang terjadi dan terbentuk pada masa yang lampau adalah kejadian, terutama yang berhubungan dengan kehidupan manusia.

Peristiwa penting itulah yang merupakan pokok pembicaraan dalam sejarah. Sejarah di sini mengandung sebuah peristiwa penting. Berkenaan dengan konsep sejarah sebagai peristiwa, maka kita senantiasa membicarakan tentang kejadian, kenyataan, aktualitas yang telah terjadi atau berlangsung pada masa silam. Apakah itu peristiwa? Peristiwa adalah sebuah gerak yang terjadi pada suatu masa dan mengakibatkan peristiwa lainnya. Peristiwa dalam cakupan sejarah berarti segala sesuatu yang telah berlangsung pada waktu yang telah lalu dan menimbulkan akibat pada kehidupan manusia pada waktu itu dan pada masa setelahnya. Para sejarawan tak hanya mencatat rangkaian peristiwa yang terjadi, namun juga mencoba menelusuri latar belakang atau sebab-musabab peristiwa muncul.

Bila kita membaca buku yang berjudul, misalnya, Peristiwa Penting Seputar Drama Rengasdengklok maka kita membaca runtutan atau adegan tokoh-tokoh pemuda yang terlibat dalam pertemuannya dengan Soekarno dan Hatta sebagai sebuah sejarah.

2. Sejarah sebagai Kisah
3. Sejarah sebagai Ilmu
4. Sejarah sebagai Seni


Jaringan pada hewan

Jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk yang sama dan melakukan suatu fungsi tertentu. Jaringan hewan terdiri dari
1) jaringan epitel,
2) jaringan ikat,
3) jaringan otot, dan
4) jaringan syaraf.

Berbagai jenis jaringan tersebut menyatu dalam berbagai organ dan memunculkan fungsi–fungsi tertentu pada organ tersebut. Misalnya lambung tersusun dari berbagai macam jaringan tersebut seperti terlihat pada Gambar 9.1. berikut. Fungsi lambung adalah untuk membantu proses pencernaan secara mekanik dan kimiawi.

Jaringan epitel
Jaringan ikat
Jaringan otot
Jaringan saraf



ANIMALIA

Menurut para ahli biologi, sebagian besar hewan yang hidup di muka bumi termasuk kedalam kelompok invertebrata. Mereka adalah hewan yang tak memiliki tulang belakang. Hewan yang bertulang belakang (vertebrae) disebut hewan vertebrata. Nah, bagaimanakah menurut Kalian tentang pendapat ahli biologi tersebut? Dapatkah Kalian sebutkan hewan-hewan yang temasuk invertebrata, dan hewan –hewan yang tergolong vertebrata? Bagimanakah dan apakah peranan hewan bagi manusia dan kehidupan di alam?

Standar Kompetensi
Mengidentifikasi penyusun tubuh hewan (jaringan, organ, sistem organ), klasifikasi, proses tumbuh dan berkembang, reproduksi, dan peranan hewan bagi kehidupan.

Kompetensi Dasar
9.1. Mengidentifikasi penyusun tubuh hewan (jaringan, organ, sistem organ).
9.2. Mengklasifikasikan hewan invertebrata dan vertebrata.
9.3. Mengidentifikasi proses tumbuh dan berkembang.
9.4. Mengidentifikasi proses reproduksi pada hewan

Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari Animalia, Kalian diharapkan dapat:
• Mengidentifikasi penyusun tubuh hewan (jaringan, organ, sistem organ) dengan pengamatan morfologi dan anatomi serta penafsiran Gambar.
• Mengklasifiksikan hewan invertebtrata dan vertebrata.
• Mendeskripsikan perbedaan proses tumbuh dan berkembang, serta reproduksi pada hewan.
• Mengkomunikasikan peranan hewan dalam bidang pertanian dan dalam kehidupan sehari-hari.

Kata-Kata Kunci
Ametabola Membran timfanum
Apterygota Oselus
Faset Ovipositor
Flame Cell Pseudoselom
Ganglion Pterygota
Gizzard Spermateka
Hemimetabola Spirakel
Holometabola Stilus
Invertebrata Trakeolus
Kopulasi Vertebrata
Metamorfosis


Buku Biologi Pertanian

Batasan Sejarah (PENGERTIAN SEJARAH)

Sejak duduk di Sekolah Dasar kita telah sering mendengar istilah“sejarah”. Kita pun pasti telah maklum bahwa sejarah itu berkaitan dengan masa lalu. Namun, bila kita bertanya apa batasan atau definisi sejarah, pasti kita tak langsung dapat menjawabnya secara lugas dan tepat. Kita membutuhkan waktu untuk menjawabnya, dan masing-masing akan mengemukakan batasan yang berbeda, bergantung dari sudut mana ia memandang sejarah itu.

Sebelum menginjak pada definisi para ahli, mari kita lihat arti sejarah dari segi etimologis, dari akar katanya sendiri. Kata “sejarah” berasal dari bahasa Arab yaitu syajaratun, yang berarti “pohon”. Pohon di sini melukiskan pertumbuhan yang terus menerus dari tanah (bumi) ke udara, dengan berbagai macam organnya, yaitu akar, batang, cabang, daun, bunga (kembang), serta buahnya. Bagian dari pohon menunjukkan adanya aspekaspek kehidupan yang satu sama lain saling berhubungan. Jika dikaitkan dengan sejarah dapat disimpulkan bahwa manusia itu hidup, terus bergerak dan tumbuh seiring perjalanan waktu dan tempat manusia berada. Lebih luas dari itu, sejarah memang harus dinamis, harus tumbuh dan hidup, berkembang dan bergerak terus serta akan berjalan terus tiada henti sepanjang masa dan memiliki dinamika yang menarik dari kehidupan manusia.

Ada sejumlah kata bahasa Arab yang mempunyai arti hampir sama dengan kata “sejarah”, misalnya kata “silsilah” menunjukkan pada keluarga atau nenek moyang, kata “riwayat” atau “hikayat” dikaitkan dengan cerita yang diambil dari kehidupan, kata “kisah” yang sifatnya sangat umum menunjukkan pada masa lampau, justru yang lebih mengandung arti cerita tentang kejadian yang benar-benar terjadi pada masa lampau adalah sejarah. Sedangkan kata tarikh menunjukkan tradisi dalam sejarah Islam, seperti tarikh nabi. Dalam bahasa-bahasa Nusantara ada beberapa kata yang mengandung arti sejarah seperti “babad” (bahasa Jawa), “tambo” (Minangkabau), “Tutui Teteek” (bahasa Roti), Pustaka, Cerita, dan lain-lain.

Agar kita mendapat cakrawala berpikir yang lebih luas tentu kita harus membandingkan dengan terjemahan yang berasal dari bahasa lainnya. Sebagai contoh sejarah dalam bahasa Belanda ialah “geschiedenis” (dari kata geschieden artinya terjadi), dalam bahasa Inggris ialah history (berasal dari bahasa Yunani historia; apa yang diketahui karena penyelidikan), jadi pengertian secara lebih spesifik adalah segala macam peristiwa yang terjadi dalam masyarakat manusia. Namun, pembatasan ini pun masih terasa luas sekali meliputi seluruh kehidupan manusia. Sejumlah kata lainnya dari bahasa-bahasa Eropa menunjukkan berbagai arti history), seperti kronika (cronicle), keturunan (genealogy), tarikh, bahkan dalam bahasa Indonesia juga dipakai kata historia sebagai padanan kata sejarah. Para ahli sejarah (disebut juga Sejarawan) pun masih berbeda pendapat mengenai definisi tadi. Namun, perbedaan di antara mereka tak mencolok, tidak kontras satu sama lain. Ada benang merah yang menghubungkan pendapat-pendapat mereka satu sama lain. Berikut ini beberapa definisi sejarah menurut para ahli, antara lain:
(a) Edward Hallet Carr: Sejarah adalah suatu proses interaksi serba-terus antara sejarawan dengan fakta-fakta yang ada padanya; suatu dialog tiada henti-hentinya antara masa sekarang dengan masa silam.
(b) Robert V. Daniels: Sejarah ialah kenangan pengalaman umat manusia.
(c) J. Bank: Semua peristiwa masa lampau adalah sejarah (sejarah sebagai kenyataan); sejarah dapat membantu manusia untuk memahami perilaku manusia pada masa yang lampau, masa sekarang, dan masa akan datang.
(d) Taufik Abdullah: Sejarah harus diartikan sebagai tindakan manusia dalam jangka waktu tertentu pada masa lampau yang dilakukan di tempat tertentu.
(e) Muhammad Yamin: Sejarah ialah ilmu pengetahuan umum yang berhubungan dengan cerita bertarikh, sebagai hasil penafsiran kejadian-kejadian dalam masyarakat manusia pada waktu yang telah lampau atau tanda-tanda yang lain.
(f) Mohammad Ali dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah menyatakan sejarah, yaitu:
(1) Jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
(2) Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
(3) Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan kejadian dan peristiwa dalam kenyataan di sekita kita.
(g) W.J.S. Poerwadarminta dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia mengungkapkan sejarah, yaitu:
(1) Silsilah atau asal-usul.
(2) Kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau.
(3) Ilmu, pengetahuan, cerita pelajaran tentang kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi.

Dari penelusuran pengertian-pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa sejarah dipergunakan, sebagai perkataan sehari-hari dan sebagai ilmu pengetahuan. Jadi, bila kita rumuskan kembali pengertian sejarah yang disaring dari pengertian tadi maka sejarah, adalah ilmuyang mengkaji peristiwa atau kejadian yang telah terjadi dalam masyarakat manusia pada waktu yang lampau.

2. Ciri-Ciri Utama Sejarah

Pengertian dan Ruang Lingkup Sejarah



Ilmu Pengetahuan

Unsur-unsur yang harus ada di dalam ilmu pengetahuan:
a. Objek dan tujuan.
b. Sistematis.
c. Metode ilmiah.
d. Universal.
e. Kebenarannya dapat diuji.

Dengan langkah-langkah sistematis, maka akan menghasilkan pengetahuan ilmiah atau ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dihasilkan berdasarkan pada bukti yang dapat diuji. Bukti adalah pengamatan faktual yang dapat dilihat, ditimbang, dihitung, dan diperiksa ketelitiannya oleh pengamat lain. Oleh karena itu, suatu pengetahuan tidaklah sertamerta dapat diterima oleh masyarakat sebagai suatu kebenaran. Kebenaran pengetahuan yang dirumuskan seseorang akan diuji oleh orang lain melalui pengamatan terhadap objek yang sama. Hasil pengamatan itu akan dibandingkan dengan pengamatan yang sudah ada, kemudian ditarik kesimpulan. Di sini akan ditemukan apakah pengetahuan yang sudah ada benar atau tidak.

Bagaimana proses lahirnya ilmu pengetahuan? Proses kelahiran suatu ilmu pengetahuan berawal dari rasa ingin tahu manusia terhadap sesuatu hal. Oleh karena itu, manusia melakukan berbagai upaya untuk mengetahuinya. Kemudian hasil penelitian disampaikan kepada masyarakat untuk dibuktikan kebenarannya. Jadi, ilmu pengetahuan dapat diartikan sebagai kumpulan pengetahuan yang disusun secara sistematis, yang diperoleh dari aktivitas berpikir manusia melalui metode tertentu yang kebenarannya dapat diuji secara kritis oleh orang lain. Metode tertentu dalam menemukan pengetahuan ilmiah disebut metode ilmiah. Di mana metode ilmiah mensyaratkan asas dan prosedur tertentu yang disebut kegiatan ilmiah misalnya penalaran, studi kasus, dan penelitian. Menurut Suriasumantri (unhas.ac.id), penalaran merupakan suatu proses penemuan kebenaran di mana tiap-tiap jenis penalaran mempunyai kriteria kebenarannya masing-masing.

blus-biani.htmlPenalaran dapat pula diartikan sebagai suatu proses berpikir dalam menarik suatu kesimpulan yang benar dan bukan hasil perasaan. Oleh karenanya, terdapat dua proses berpikir dalam penalaran yaitu berpikir logis dan analisis. Berpikir logis adalah kegiatan berpikir menurut pola, alur dengan kerangka tertentu (frame of logic), yaitu menurut logika deduksi-induksi, rasionalis-empiris, abstrak-konkret, apriori-aposteriori. Sedangkan berpikir analisis adalah konsekuensi dari adanya suatu pola berpikir analisis-sintesis berdasarkan langkah-langkah tertentu (metode ilmiah/penelitian).

Beberapa definisi ilmu pengetahuan dari berbagai ahli antara lain:
1. J. Heberer
Ilmu pengetahuan adalah suatu hasil aktivitas manusia yang merupakan kumpulan teori, metode, dan praktik, kemudian menjadi pranata dalam masyarakat.
2. J.D. Bernal
Ilmu pengetahuan adalah suatu pranata atau metode yang membentuk keyakinan mengenai alam semesta dan manusia.
3. E. Cantote
Ilmu pengetahuan adalah suatu hasil aktivitas manusia yang mempunyai makna dan metode.
4. Cambridge-Dictionary
Ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang benar, mempunyai objek dan tujuan tertentu dengan sistem metode untuk berkembang serta berlaku universal yang dapat diuji kebenarannya.

..

Sosiologi sebagai ilmu dalam hubungan Masyarakat


Sosiologi sebagai ilmu dalam hubungan Masyarakat

Saya ingin mempelajari fungsi sosiologi bagi kehidupan masyarakat.

Namun, terlebih dahulu melalui analisis suatu kasus, saya akan menemukan ciri-ciri ilmu pengetahuan.

Melalui diskusi interaktif, saya akan menemukan konsep dasar metode sosiologi.

Melalui diskusi kelompok mengenai suatu masalah sosial, saya akan menunjukkan realitas sosial dalam sosiologi.

Akhirnya, saya dapat menjelaskan fungsi sosiologi sebagai ilmu yang mengkaji hubungan masyarakat dan lingkungan.

Contoh Kata Pengantar (dari buku Sosiologi)

Mempertajam Kepekaan Sosial Melalui Pembelajaran Sosiologi

Integritas bangsa Indonesia menghadapi ujian yang berat di era globalisasi. Dari luar negeri kita menghadapi serbuan budaya global yang masuk melalui beragam media komunikasi dan informasi, sedangkan dari dalam kita menghadapi ketegangan antaretnis yang bersumber dari keragaman suku bangsa. Fenomena itu diperparah dengan munculnya kesenjangan sosial dan ekonomi dalam masyarakat. Apa muara dari semua itu? Konflik sosial dan antaretnis bukan sesuatu yang mustahil terjadi. Adalah sesuatu yang mengherankan saat Pancasila kita sepakati sebagai sumber nilai dan norma kehidupan berbangsa dan bernegara, konflik sesama anak bangsa masih bisa terjadi hanya karena masalah yang kecil dan sepele. Apa yang harus kita lakukan agar kerukunan dan kedamaian hidup antaranak bangsa bersemi kembali di persada Nusantara?

Pembelajaran sosiologi yang mencerdaskan adalah salah satu solusinya. Sosiologi yang mempelajari beragam konsep seperti sosialisasi, kelompok sosial, struktur sosial, lembaga sosial, perubahan sosial, dan konflik sampai pada terciptanya integrasi sosial, bisa dijadikan sarana bagi siswa untuk mengenal masyarakat secara lebih dekat dan utuh. Dengan pembelajaran yang kontekstual dan mengedepankan sosiologi sebagai sebuah metode, maka siswa akan menemukan dan memecahkan setiap realitas serta fenomena sosial yang dihadapinya. Sayangnya, pembelajaran sosiologi selama ini ternyata tidak mampu memberikan andil atas permasalahan sosial yang dihadapi bangsa Indonesia.

blus-serumi.htmlBuku yang sekarang Anda para siswa pegang ini dimaksudkan untuk mendukung kegiatan pembelajaran sosiologi yang bermakna dan mencerdaskan itu. Paparan beragam konsep sosiologi yang menjemukan tidak akan kamu temukan di dalam buku ini. Buku ini justru mengajakmu untuk menemukan fenomena sosial yang ada di masyarakat. Dengan mengidentifikasi fenomena sosial dan menganalisisnya, kamu bisa merekonstruksi sendiri untuk dijadikan sebuah pengetahuan. Semakin sering kamu menganalisis fenomena sosial yang ada di lingkungan sekitarnya, semakin mudah bagimu untuk mengerti apa persoalan yang dihadapi bangsa sekaligus mencoba memberikan solusinya.

Pembelajaran sosiologi yang baik dan mencerdaskan adalah pembelajaran yang bisa menjadikan siswa berkepribadian utuh, memahami kebudayaan bangsanya, dan mampu memahami fenomena sosial dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, ia telah memiliki kepekaan sosial yang tinggi dan sanggup hidup dalam keragaman budaya bangsa. Untuk misi dan kepentingan itulah buku ini kami susun. Semoga buku ini bermanfaat dan menjadi bagian dari upaya pemberdayaan sosiologi agar mampu memberikan kontribusi yang nyata dalam mengatasi masalah bangsa.

Klaten, Mei 2007

Penyusun


Download BSE Lengkap tanpa login SD, SMP, SMA, SMK

(Klik kanan | Save link as)

Biologi Pertanian Jilid 3

Kelas    12
Pengarang    Amelia Zulyanti Siregar,S.Si,M.Pd,dkk
Penerbit    Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun    2008


Pendidikan Agama Islam

Kelas 12
Pengarang Husni Thoyar
Penerbit Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional
Tahun 2011


Membuka Cakrawala Ekonomi (IPS)

Kelas 12
Pengarang Imamul Arifin, Giana Hadi W.
Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2009

Tata Busana Jilid 2

Kelas 11
Pengarang Ernawati,dkk.
Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2008


Sejarah 2 Program Bahasa

Kelas 11
Pengarang Dwi Ari Listiyani
Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2009


Geografi

Kelas 11
Pengarang Nurmala Dewi
Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2009


Pendidikan Agama Islam

Kelas 11
Pengarang Asep Puji Syukur, Evi Susanti
Penerbit Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional
Tahun 2011


http://bse.kemdikbud.go.id/fullbook/20090610142347.zip Sosiologi

Kelas    10
Pengarang    Vina Dwi Laning
Penerbit    Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun    2009


http://bse.kemdikbud.go.id/fullbook/20090610143525.zipSejarah 1

Kelas    10
Pengarang    Hendrayana
dress-pesisir-panjang-120cm.htmlPenerbit    Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun    2009


Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan 2

Kelas : 8
Pengarang : Sri Wahyuni, Sutarmin dan Pramono
Penerbit : Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional
Tahun : 2010


Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan
Kelas : 8
Pengarang : Atmaja BUdi Sarjana dan Bambang Trijono Joko Sunar
Penerbit : Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional
Tahun : 2010




... Data ini akan terus dilengkapi.... silakan berkunjung lagi ke halaman ini.

..

Pengaruh Perkembangan Hindu-Buddha pada Masyarakat Indonesia

Pengaruh kebudayaan India menyebabkan perubahan besar dalam kebudayaan Indonesia. Dengan adanya tulisan, di Indonesia mulai terdapat catatan tentang peristiwa-peristiwa penting di sebuah wilayah kerajaan. Dengan demikian, sejak saat itu bangsa Indonesia memasuki zaman sejarah. Masa pengaruh kebudayaan Hindu itu disebut masa Indonesia Hindu. Masa Indonesia Hindu berlangsung sejak munculnya catatan tertulis pertama hingga sekitar tahun 1500 Masehi, saat runtuhnya Kerajaan Majapahit. Masa Indonesia Hindu disebut juga zaman kuno.

A. Proses Perkembangan Budaya Hindu-Buddha

1. Perkembangan agama dan budaya Hindu
Lahirnya agama Hindu ada hubungannya dengan kedatangan suku bangsa Arya ke India. Bangsa Arya masuk ke India sejak 1500 SM melalui Celah Kaiber (Afghanistan) dan mendiami Aryawarta (daerah yang berada di Lembah Indus, Lembah Gangga, dan Lembah Yamuna di Dataran Tinggi Dekhan). Bangsa Arya kemudian mendesak ras Dravida (penghuni asli India) dan terjadilah percampuran kedua ras suku bangsa tersebut. Percampuran budaya antara kedua ras itu disebut peradaban Hindu atau hinduisme.


Agama Hindu adalah sinkretisme antara kebudayaan Arya dan Dravida yang menyembah banyak dewa. Agama Hindu bersifat politeisme, artinya menyembah banyak dewa. Setiap dewa merupakan lambang kekuatan alam. Beberapa dewa yang terkenal adalah Trimurti (Brahma, dewa pencipta ; Wisnu, dewa pemelihara ; Syiwa, dewa perusak), Pertiwi (dewi bumi), Surya (dewa matahari), Bayu (dewa angin), Baruna (dewa laut), dan Agni (dewa api).

Kitab suci agama Hindu adalah Weda, artinya pengetahuan, yang terdiri atas empat bagian.
a. Rigweda, berisi syair pujian terhadap para dewa.
b. Samaweda, berisi syair dan nyanyian suci dalam upacara.
c. Yajurweda, berisi doa-doa pengantar sesaji dalam upacara.
d. Atharwaweda, berisi mantra untuk menyembuhkan orang sakit dan jampi untuk sihir serta ilmu gaib mengusir penyakit dan para musuh.

Di India, paham Trimurti dikembangkan berpasangan dengan Trisakti yang meliputi:
a. Saraswati, permaisuri Brahma, melambangkan dewi kebijaksanaan dan pengetahuan;
b. Laksmi, permaisuri Wisnu, melambangkan dewi kecantikan dan kebahagiaan;
c. Parwati, permaisuri Syiwa, melambangkan dewi keberanian dan kegarangan (durga).


Umat Hindu memiliki beberapa kitab selain kitab Weda yang mengandung ajaran Avatar (inkarnasi dewa), yakni kitab Brahmana, Upanishad, Mahabharata, Bagawad Gita, dan Ramayana.
1. Kitab Brahmana berisikan interpretasi (penafsiran) ajaran keagamaan yang terkandung dalam Weda.
2. Kitab Upanishad berisikan pembahasan tentang Brahmana, kejadian alam semesta, serta Atman (jiwa) dan cara kembalinya Atman kepada Brahman Sang Mahakuasa.
3. Kitab Mahabharata, ditulis oleh Begawan Wiyasa, berisikan tentang peperangan antarkeluarga Bharata (Pandawa dan Kurawa) di Padang Kurusetra.
4. Kitab Bagawad Gita, bagian dari himpunan Mahabharata yang diartikan nyanyian dewa. Kitab ini berisi nasihat Krisna kepada Arjuna di Kurusetra pada saat terjadi Perang Bharatayuda.
5. Kitab Ramayana ditulis oleh Mpu Walmiki yang berisi kisah cinta Rama dan Shinta.

Orang Arya menciptakan kasta dengan pembagian sebagai berikut.
1. Brahmana, perlambang mulut, yakni golongan pendeta. Mereka dihormati sebagai penasihat raja.
2. Ksatria, perlambang tangan, yakni golongan ningrat atau bangsawan dan prajurit. Golongan ini menjalankan pemerintahan.
3. Waisya, perlambang paha, yakni golongan pengusaha, pedagang, dan petani.
4. Sudra, perlambang kaki, terdiri atas orang-orang Dravida dalam masyarakat.
Setiap golongan wajib menempati kastanya masing-masing dan dilarang mengadakan perkawinan antarkasta. Jika ini terjadi, seseorang akan dikeluarkan dari kastanya dan dimasukkan ke dalam kasta yang lebih rendah.
Selain kasta-kasta tersebut, masih ada golongan yang dianggap lebih rendah lagi, yaitu paria atau candala. Golongan ini ditempatkan sebagai hamba sahaya.

Untuk mencapai nirwana, umat Hindu dapat melakukannya dengan tiga cara.
a. Manusia wajib menjalankan dharma (memenuhi kewajiban sebagai manusia), artha (menjalankan pekerjaan sebagaimana mestinya), dan karma (tidak berlebihan merasakan kenikmatan duniawi).
b. Bagi Triwangsa (brahmana, ksatria, waisya) wajib membaca kitab suci Weda.
c. Melakukan upacara keagamaan yang berupa upacara kurban (yajna besar dan yajna kecil). Yajna besar, misalnya, penobatan raja, menghormati pemetikan buah pertama, dan upacara menyongsong datangnya musim. Adapun yajna kecil, misalnya, sembahyang di rumah sehari-hari, kelahiran anak, dan cukur rambut.
Agama Hindu mengenal adanya upacara pengorbanan, yaitu kurban Soma dan kurban Asra Medha. Kurban Soma adalah upacara kebaktian yang terpandang suci di antara seluruh kebaktian di dalam Weda. Soma adalah sejenis cairan minuman yang memberi sifat kedewaan. Kurban Asra Medha adalah kurban kuda.

Upacara-upacara kebaktian Hindu dilakukan oleh pejabat-pejabat agama, yaitu
a. Brahmana (pendeta) yang menjabat sebagai kepala upacara,
b. Hotri yang melagukan nyanyian keagamaan,
c. Udgatri yang menabuh bunyi-bunyian dengan nada tertentu, dan
d. Adhyarya yang menyiapkan tempat pemujaan dan tempat kurban serta persiapan lainnya sambil membacakan mantra.

Agama Hindu mengajarkan beberapa hal, yaitu
a. hidup di dunia adalah samsara akibat perbuatan yang kurang baik;
b. adanya karma, yaitu hasil perbuatan yang kurang baik;
c. akibat karma, manusia akan mengalami reinkarnasi, yakni dilahirkan kembali dalam wujud yang lebih rendah;
d. orang yang sempurna hidupnya akan moksa, lepas dari samsara.
blus-lovefly.html
Untuk menjadi Hindu, seseorang harus mendapat tali benang kasta (munya) yang diberikan oleh brahmana (pendeta). Setelah itu, barulah mereka melakukan caturasrama, yakni brahmacarin (mencari ilmu kepada brahmana (pendeta), grhasta (membentuk keluarga), wanaprasta (meninggalkan rumah untuk bertapa), dan saniasin atau pariwrajaka (hidup mengembara, meninggalkan kepentingan duniawi untuk menjadi bhiksu).

Tempat-tempat suci bagi orang Hindu India, antara lain, Kota Benares yang dianggap sebagai kota dewa dan Sungai Gangga sebagai sungai yang suci. Agama Hindu mengalami kemunduran sekitar abad ke-6 SM karena sebab-sebab berikut.
a. Kaum brahmana yang memonopoli agama dan upacara bertindak sewenang-wenang dengan menarik kurban yang besar sehingga menimbulkan beban.
b. Lahirnya agama Buddha yang lebih demokratis untuk mencari nirwana sendiri tanpa pertolongan orang lain yang diajarkan oleh Siddharta Gautama.
c. Agama Buddha lebih terbuka tanpa membeda-bedakan manusia.

2. Perkembangan dan budaya Buddha


..

Tujuan dan Manfaat Pembelajaran Pengaruh Perkembangan Hindu-Buddha pada Masyarakat Indonesia

Tujuan Pembelajaran
blus-gayo-busana-muslimah.html1. Siswa mampu mendeskripsikan proses lahirnya agama Hindu-Buddha di India.
2. Siswa mampu mendeskripsikan proses masuk dan berkembangnya agama Hindu- Buddha di Indonesia.
3. Siswa mampu mendeskripsikan proses interaksi Indonesia dengan tradisi Hindu- Buddha.

Manfaat Pembelajaran
1. Siswa memperoleh pengetahuan tentang proses lahirnya agama Hindu-Buddha di India.
2. Siswa memperoleh pengetahuan tentang proses masuk dan berkembangnya agama Hindu- Buddha di Indonesia.
3. Siswa memperoleh pengetahuan tentang proses interaksi Indonesia dengan tradisi Hindu- Buddha.


Contoh kata pengantar (dari buku sekolah)

PENGANTAR

Para siswa, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan arus globalisasi telah membawa perubahan pada hampir semua aspek kehidupan manusia. Dalam hal ini, diperlukan sumber daya manusia yang lebih berkualitas. Salah satu cara membina sumber daya manusia yang berkualitas adalah dengan mempelajari sejarah, terutama sejarah bangsa sendiri.

Buku Cakrawala Sejarah ini tidak hanya menyajikan informasi mengenai peristiwaperistiwa bersejarah yang pernah terjadi dan mungkin Anda alami sendiri, namun juga mengajak Anda berpikir kritis dan analitis dalam memanfaatkan pengetahuan sejarah sebagai siswa Sekolah Menengah Atas. Dengan berpikir kritis dan analitis, Anda akan memiliki kemampuan intelektual dan keterampilan untuk memahami proses perubahan dan dinamika masyarakat.

Agar Anda dapat lebih mudah memahami isi materi dalam buku ini, telah disediakan komponen-komponen tugas individu, tugas kelompok, diskusi, analisis, dan juga latihan ulangan yang berfungsi sebagai alat uji pemahaman Anda. Selain itu, ada pula rubrik Konsep dan Aktualita, Inskripsi, serta Sekilas Tokoh yang dapat memperkaya pengetahuan Anda. Disediakan pula Peta Konsep, Rangkuman, Glosarium, dan Indeks yang dapat membantu Anda untuk mempelajari lebih dalam dan mencari literatur lain yang berkaitan dengan materi tertentu.

Semoga buku Cakrawala Sejarah ini dapat bermanfaat dan membantu Anda semua belajar dan meraih cita-cita di kemudian hari. Selamat belajar!

Surakarta, Januari 2008
Penulis


dress-rainbow-batik-muslimah.html
 

Properti Syariah



Pasang Depot Air Minum Isi Ulang


.
Besi Beton + Wiremesh Murah


© 2011 - | Buku PR, TUGAS, dan Catatan Sekolah | www.suwur.com | pagar | omaSae | AirSumber | Bengkel Omasae, | Tenda Suwur |